Cidera Lainnya
1. kejang
Kejang merupakan
perubahan fungsi otak mendadak dan sementara sebagai akibat dari
aktifitasneuronal yang abnormal dan sebagai pelepasan listrik serebral yang
berlebihan.
Kejang adalah
perubahan fungsi otak mendadak dan sementarasebagai mengakibatkan akibat dari
aktifitas neounoral yang abnormaldan pelapisan pisik selebralyang
berlebihan(betz sowden,2002).
Menurut Dr. Rusepno
Hasan,” Kejang demam ialah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu
tubuh (suhu rectal diatas 380 C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstra
kranium “
2. Syok
Syok merupakan suatu keadaan
serius yang terjadi jika sistem kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah)
tidak mampu mengalirkan darah ke seluruh tubuh dalam jumlah yang memadai syok
biasanya berhubungan dengan tekanan darah rendah dan kematian sel maupun
jaringan.
Shock adalah
kondisi hilangnya volume darah sirkulasi efektif, kemudian diikuti perfusi
jaringan dan organ yang tidak adekuat, yang akibat akhirnya gangguan metabolik
selular. Pada beberapa situasi kedaruratan adalah bijaksana untuk
mengantisipasi kemungkinan shock. Seseorang dengan cidera harus dikaji segera
untuk menentukan adanya shock. Penyebab syok harus ditentukan (hipovolemik,
kardiogenik, neurogenik, atau septik shock). (Bruner & Suddarth,2002).
Shock adalah sutu
sindrom klinis kegagalan akut fungsi sirkulasi yang menyebabkan ketidakcukupan
perfusi jaringan dan oksigenasi jaringan, dengan akibat gangguan mekanisme homeostasis
(Toni Ashadi, 2006).
3. Pingsan
Pingsan merupakan suatu kondisi tubuh yang disebabkan oleh hilangnya kesadaran secara tiba-tiba karena berkurangnya aliran darah ke organ otak. Jadi bisa dikatakan bahwa pingsan merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh alami. Pingsan terjadi karena rendahnya pasokan udara serta oksigen ke otak.
Pingsan bisa
merupakan reaksi terhadap nyeri dan kekuatan, atau karena sangat merah, sangat
lelah dan kurang makan tetapi lebih sering disebabkan aktifitas fisik sudah
lama berkurang. Darah terkumpul di bagian bawah tubuh sehingga hanya sedikit
yang sampai ke otak. Hal ini sering terjadi di perjalanan pendakian. Misalnya
terlalu lelah dalam perjalanan jauh serta teriknya matahari. (Hidayat,
Toto.1997)
4. Koma
Koma adalah situasi
darurat medis ketika penderitanya mengalami keadaan tidak sadar dalam jangka
waktu tertentu. Ketidaksadaran ini disebabkan oleh menurunnya aktivitas di
dalam otak yang dipicu oleh beberapa kondisi.Selain tidak menyadari keadaan di
sekeliling mereka, orang yang mengalami koma umumnya juga tidak dapat mendengar
suara atau merespons rasa sakit. Sebagian yang mengalaminya ada yang terlihat
seperti tidur, namun sebagian lagi ada yang matanya terbuka, atau bahkan ada
yang terdengar seperti mengeluarkan suara. Namun tentu saja mereka tidak
menyadari gerakan-gerakan ini,
5. Dehidrasi
Dehidrasi merupakan
kekurangan caiaran tubuh disebabkan jumlah cairan yang keluar lebih banyak dari
pada jumlah cairan yang masuk.
Dehidrasi adalah suatu
gangguan dalam keseimbangan cairan yang disertai dengan output yang melebihi
intaks sehingga jumlah air dalam tubuh berkurang (Drs. Syaifuddin, 1992).
Dehidrasi adalah
kekurangan cairan tubuh karena jumlah cairan yang keluar lebih banyak dari pada
jumlah cairan yang masuk (Sri Ayu Ambarwati, 2003).
Dehidrasi adalah
kehilangan cairan tubuh isotik yang disertai kehilangan antrium dan air dalam
jumlah yang relatif sama. (Sylvia A. Price, 1994)
6. Hipotermia
Hipotermia adalah
pengeluaran panas akibat paparan terus-menerus terhadap dingin mempengaruhi
kemampuan tubuh untuk memproduksi panas. (Patricia A. 2005)
Hipotermi pada BBL
adalah suhu di bawah 36,5 ºC, yang terbagi atas : hipotermi ringan (cold stres)
yaitu suhu antara 36-36,5 ºC, hipotermi sedang yaitu antara 32-36ºC, dan
hipotermi berat yaitu suhu tubuh <32 ºC. (Yunanto, 2008:40).






Tidak ada komentar:
Posting Komentar