Senin, 28 Maret 2016

FAKTOR KEBUGARAN JASMANI
Kebugaran jasmani merupakan kemampuan tubuh untuk melakukan penyesuaian terhadap pembebanan fisik yang diberikan kepadanya tanpa menimbulkan kelelahan berlebihan yang berarti. Sedangkan menurut (Djoko Pekik) “Kebugaran jasmani merupakan kemampuan seseorang melakukan kerja sehari-hari secara efisien tanpa timbul kelelahan yang berlebihan sehingga masih menikmati waktu luangnya”. Dapat didefinisikan bahwa kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang dalam melakukan banyak aktivitas tanpa merasakan lelah yang berari.

Adapun 10 komponen kebugaran jasmani yaitu;
1.      Daya  Tahan (endurance)
Daya tahan
merupakan kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem jantung, paru-paru, dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja secara terus menerus. Dan menurut ahli (Ismaryati 1993: 118) menjelaskan bahwa Daya tahan adalah kemampuan otot untuk melakukan sesuatu kerja secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama dengan beban tertentu. Penyebab cedera dikarenakan komponen ini adalah karena daya tahan bisa terjadi apabila daya tahan yang kita memliki tidak baik, cedera yang dapat kita alami apabila daya tahan pada otot seperti kram otot (kejang otot), otot dan sendi terkilir, leher kaku, sakit pinggang.
2.      Kekuatan  (strenght)
Kekuatan
merupakan kemampuan dalam mempergunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja. Dan menurut ahli (Sajoto, 1988: 23) Kekuatan adalah komponen dari kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya dalam menggunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja. Cedera yang di akitbat oleh kekuatan adalah disaat seseorang angkat beban melebihi ambang batas kemampua yang dimilikinya, resiko terjadinya cedera itu sanggat tinggi. Cedera yang paling ringan yang didapatkan pada komponen ini adalah keseleo pada organ tubuh terutama tangan, dan juga bisa menyebabkan patah tulang karena  terlalu memaksakan diri.
  1. Kecepatan (Speed)
    kecepatan merupakan kemampuan diri kita untuk menjalankan gerakan yang sama dan juga berkesinambungan (Sajoto, 1988: 40) “Kecepatan adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam bentuk yang sama dalam waktu yang sesingkatsingkatnya”. Penyebab cedera dikarenakan komponen ini adalah karena tubuh terlalu cepat di aktifkan sampai tak mampu menghentikan kecepatannya seperti para pelari, kecepatan pada pelari ada kemungkinan orang tersebut bisa berbenturan dengan lawan pelari juga ada atau benda yang ada di sekitarnya, atau ada juga menyebabkan luka lebam ataupun cedera lain seperti terkilir dan keseleo.
  2. Kelentukan    (flexibility)
    kelenturan merupakan keefektifan diri kita dalam hal penyesuaian tubuh untuk menjalankan segala aktivitas dengan penguluran luas pada bagian tubuh. Untuk dapat membuktikannya dapat dilihat dari tingkat fleksibilitas persendian tubuh.
    Sedangkan menurut (Ismaryati 1993: 101) “Kelentukan adalah kemampuan menggerakkan tubuh atau bagian-bagiannya seluas mungkin tanpa terjadi ketegangan sendi dan cidera otot. Cedera yang ditimbulkan pada komponen ini diakibatkan karena sendi dan otot masih ketegangan karena belum pemanasan dan bisa menimbulkan nyeri pada otot dan sendinya.
  3. Daya ledak   (muscularpower)
    Daya ledak merupakan komponen diri kita dalam menggunakan kemampuan maksimal yang dikerahkan dalam waktu yang cukup atau relatif pendek. (Sajoto, 1988: 31)
    Daya Ledak adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan kemampuan maksimal yang dikerahkan dalam waktu sependek-pendeknya. Cedera yang timbulkan dikomponen ini karena memaksakan diri dalam memperoleh daya ledak yang dihasilkan jadi bila tubuh tidak mendukung bisa jadi tegangnya urat dan kram.
  4. Kelincahan  (Agility)
    Kelincahan merupakan kemampuan diri kita untuk mengubah arah gerakannya. Sedangkan
    menurut (Ismaryati 1993: 41) kelincahan merupakan komponen kesegaran jasmani yang sangat diperlukan pada semua aktivitas kecepatan perubahan posisi tubuh dan bagian-bagiannya. Penyebab cedera dikarenakan tumbuhnya masih terlalu kaku jadi waktu melakukan kelincahan bisa menimbulkan cedera yang fatal seperti patah tulang saat jatuh, tegang urat karna kaki saat jatuh salah pijak.
  5. Ketepatan  (accuaracy)
    kecepatan merupakan kemampuan diri kita untuk menjalankan gerakan yang sama dan juga berkesinambungan (Sajoto, 1988: 40) “Kecepatan adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam bentuk yang sama dalam waktu yang sesingkatsingkatnya”. Penyebab cedera dikarenakan tubuh nya tidak mampu melakukan untuk membuat akurasi yang tepat karena salah satu tubuh nya sakit atau tangannya tegang urat karna tak mampu mengangkat beban yang berat  seperti senjata.
  6. Keseimbangan  (balance)
    Keseimbangan merupakan kemampuan untuk mengendalikan organ terutama syaraf otot
    . Sedangkan menurut (Sajoto, 1988: 54) Keseimbangan adalah kemampuan mempertahankan sikap tubuh yang tepat pada saat melakukan gerakan. Penyebab cedera           dikarenakan saat seseorang mengadalikan tubuh tidak baik jadi bisa menimbulkan jatuh seperti lagi mengangkat kaki satu jadi efek dari ini bisa memar di sekitar tubuh.
  7. Koordinasi  (coordination)
    Koordinasi
    merupakan kemampuan kemampuan seseorang untuk mengintegrasi-kan bermacam-macam gerakan yang berbeda dalam pola getakan tunggal secara efektif. Sedangkan menurut (Ismaryati 1993, 53) kelincahan adalah sebagai hubungan yang harmonis dari hubungan saling pengaruh di antara kelompok-kelompok otot selama melakukan kerja yang ditunjukkan sebagai tingkat keterampilan. Penyebab cedera dikarenakan saat tubuh melakukan koordinasi antara mata-tangan atau mata-kaki pas saat melakukan nya tidak bersamaan jadi bisa berefek lepasnya pengelangan kaki seperti waktu mau menendang bola disitu membutuhkan koordinasi mata-kaki jadi kaki lebih duluan mengerakan sebelum bola sampai ke kaki.
  8. KecepatanReaksi  (speed reactiontime)
    Kecepatan reaksi adalah kemampuan seseorang untuk segera bertindak secepatnya agar dalam menanggapi rangsangan yang ditimbulkan lewat indera atau syaraf lainnya
    . Sedangkan Ismaryati (1993: 72) reaksi adalah periode antara diterimanya rangsang (stimuli) dengan permulaan munculnya jawaban (respon). Penyebab cedera dikarenakan saat kita terkena panas atau sulutan api, apabila kita tidak memiliki kecepatan reakksi maka organ tubuh kita akan merasakan panas yang berlebihan dan akan melepuh, contoh lain adalah disaat bola mengarah ke wajah penjaga gawang dan penjaga gawang tersebut tidak memiliki kecepatan reaksi maka bola tersebut akan mengenai wajah penjaga gawang dan dapat menyebabkan pendarahan pada hidung penjaga gawang bahkan bisa menyebabkan patah tulang hidung sang penjaga gawang.









Senin, 21 Maret 2016

 PENGGUNAAN SARANA PELINDUNG DAN KEGUNAANNYA

                        Sarana pelindung adalah alat-alat yang digunakan saat berolahraga.Sarana pelindung yang standart punya peranan penting dalam mencegah cedera. Kerusakan alat sering menjadi penyebab cedera pula, contoh yang sederhan seperti sepatu. Sepatu adalah salah satu bagian peralatan/pelindung kaki dalam berolahraga yang mendapat banyak perhatian para ahli. Masing-masing cabang olahraga umumnya mempunyai model sepatu dengan cirinya sendiri. Yang paling banyak dibicarakan adalah sepatu olahraga lari. Hal ini di hubungkan dengan dominanya olahraga lari, baik yang berdiri sendiri maupun sebagai bagian dari orang lain.Jenis-Jenis Sarana Pelindung.Sarana pelindung adalah peralatan yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan cabang olahraga, yang akan menghindari terjadinya cedera, sarana pelindung yang harus diperhatikan untuk melindungi bagian tubuh adalah sebagai berikut :

1.      PELINDUNG MATA (GOG LEUS)




Pelindung mata (gog leus) biasa digunakan dalam olahraga voli pantai, menyelam, berenang dll. Kacamata renang digunakan untuk melindungi mata atlet saat berenang. Air kola banyak mengandung klorin yang tidak baik untuk mata, kamata renang juga dapat membantu meningkatkan posisi tuuh dan orientasi bawah air. Begitu juga dengan voli pantai melindungi mata dari pasir mata.

2.      PELINDUNG HIDUNG (NOSE CLIP)


Pelindung hidung (nose clip) digunakan dalam renang, kegunaanya untuk melindungi hidung agar air tidak masuk ke dalam hidung.

3.      PELINDUNG TELINGA (EAR PLUG)


Dalam berenang dan menyelam pelindung telinga (ear plug)  sangat berguna untuk mencegah air masuk ke dalam telinga.

4.      PELINDUNG GIGI (GUM SHIELD)


Pelindung gigi (gum shield) biasanya digunakan dalam ohraga beladiri. Kegunaannya untuk melindugi gigi dari pukulan dan tendangan.

5.      PELINDUNG MUKA (MASKER)



Pelindung muka (masker) biasanya dipakai dalam olahraga beladiri, softball dll. Masker dalam softball berguna untuk melindungi wajah dari bola, dan dalam beladiri berguna untuk menahan tendangan dan pukulan,walaupun masuk tendangannya resikonya tidak terlalu bahaya.

6.      PELINDUNG KEPALA (HELM, HELMET, HEAD GUARD)




Pelindung kepala (helm, helmet, head guard) digunakan dalam olahraga beladiri, motor gp, mobil balap, baalap sepeda dll. Head guard ini berfungsi untuk meredam kekuatan tendangan lawan yang mengenai kepala, sehingga alat ini sangat penting sekali digunakan pada setiap pertandingan beladiri, dalam motor gp, mobil balap, dan balap sepeda helm, helmet sangat berguna apabila terjatuh dan terkena benturan tidak terlalu berbahaya karena sudah terlindungi helm dan helmet.
7.      PELINDUNG LEHER (NECK GUARD)



Dalam olahraga, neck guard digunakan  pada olahraga yang memiliki risiko tinggi cedera leher dan kepala atau cedera lecut (whiplash injury), misalnya pada motocross, balap speed-boat, dan balap go-kart.

8.      PELINDUNG TANGAN (GLOP)



Pelindung tangan (glop) biasanya dipakai dalam olahraga motocross, softball, beladiri, dll. Dalam permaainam softball glop berguna untuk menangkap bola (menahan bola), dalam beladiri glop berguna untuk menahan tendangan dan pukulaan,dan juga untuk memukul lawan.

9.      PELINDUNG LENGAN (ARMS GUARD)



Arm guard dipakai dalam olahraga beladiri dan juga lainnya, arms guardberfungsi untuk melindungi tulang hasta kita dari benturan yang mengarah pada bagian ini, sehingga resiko patah tulang bisa dapat dikurangi.

10.  PELINDUNG BADAN (BODY PROTECTOR/HUGO)



Body protector/hugo umumnya dipakai dalam cabang beladiri, Alat ini berfungsi untuk melindungi bagian badan kita, bagian ini merupakan target yang sering disasar pada waktu pertandingan.

11.  PELINDUNG ALAT KELAMIN (GENITAL PROTECTOR)


Genital protector sering digunakan dalam olahraga beladiri, untuk melindungi alat kelamin baik laki-laki maupun wanita. Biasa sering terjadi pada saat menendang,tendangan lawan sasarannya tidak pas dan mengenai alat kelamin, dengan adanya genital protector cedera yang dialami tidak terlalu berbahaya.

12.  PELINDUNG PAHA/TUNGKAI (LEG GUARD)

Leg guard dipakai dalam olahraga beladiri dan juga olahraga lainnya, Alat ini berfungsi untuk melindungi tulang kering kaki kita dari benturan yang mengarah pada bagian ini, sehingga resiko patah tulang bisa dapat dikurangi.

13.  PELINDUNG LUTUT (KNEE PADS)


Knee pads biasanya dipakai oleh kipper sepakbola dan futsal, bola voli dll. Knee pads berguna untuk melindungi lutut dari benturan-benturan ataupun gesekan terhadap lapangan bola kaki, bola voli dan lantai lapangan futsal. 

14.  PELINDUNG TULANG KERING (SKIN DECKER)

Skin decker biasanya dipakai oleh pemain sepakbola dan futsal, berguna untuk melindungi tulang kering dari berbagai benturan.

15.  PELINDUNG KAKI (SEPATU, FOOT GUARD)


Hampir semua cabang olahraga memakai pelindung kaki (sepatu/foot guard), seperti atletik, sepakbola, bola voli, beladiri, dan lain sebagainya. Berguna untuk melindungi kaki.