FAKTOR
KEBUGARAN JASMANI
Kebugaran jasmani merupakan kemampuan tubuh untuk melakukan
penyesuaian terhadap pembebanan fisik yang diberikan kepadanya tanpa
menimbulkan kelelahan berlebihan yang berarti. Sedangkan menurut (Djoko Pekik) “Kebugaran jasmani merupakan kemampuan
seseorang melakukan kerja sehari-hari secara efisien tanpa timbul kelelahan
yang berlebihan sehingga masih menikmati waktu luangnya”. Dapat didefinisikan
bahwa kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang dalam melakukan banyak
aktivitas tanpa merasakan lelah yang berari.
Adapun 10 komponen kebugaran
jasmani yaitu;
1.
Daya Tahan (endurance)
Daya tahan merupakan kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem jantung, paru-paru, dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja secara terus menerus. Dan menurut ahli (Ismaryati 1993: 118) menjelaskan bahwa Daya tahan adalah “kemampuan otot untuk melakukan sesuatu kerja secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama dengan beban tertentu”. Penyebab cedera dikarenakan komponen ini adalah karena daya tahan bisa terjadi apabila daya tahan yang kita memliki tidak baik, cedera yang dapat kita alami apabila daya tahan pada otot seperti kram otot (kejang otot), otot dan sendi terkilir, leher kaku, sakit pinggang.
Daya tahan merupakan kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem jantung, paru-paru, dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja secara terus menerus. Dan menurut ahli (Ismaryati 1993: 118) menjelaskan bahwa Daya tahan adalah “kemampuan otot untuk melakukan sesuatu kerja secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama dengan beban tertentu”. Penyebab cedera dikarenakan komponen ini adalah karena daya tahan bisa terjadi apabila daya tahan yang kita memliki tidak baik, cedera yang dapat kita alami apabila daya tahan pada otot seperti kram otot (kejang otot), otot dan sendi terkilir, leher kaku, sakit pinggang.
2.
Kekuatan (strenght)
Kekuatan merupakan kemampuan dalam mempergunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja. Dan menurut ahli (Sajoto, 1988: 23) “Kekuatan adalah komponen dari kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya dalam menggunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja”. Cedera yang di akitbat oleh kekuatan adalah disaat seseorang angkat beban melebihi ambang batas kemampua yang dimilikinya, resiko terjadinya cedera itu sanggat tinggi. Cedera yang paling ringan yang didapatkan pada komponen ini adalah keseleo pada organ tubuh terutama tangan, dan juga bisa menyebabkan patah tulang karena terlalu memaksakan diri.
Kekuatan merupakan kemampuan dalam mempergunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja. Dan menurut ahli (Sajoto, 1988: 23) “Kekuatan adalah komponen dari kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya dalam menggunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja”. Cedera yang di akitbat oleh kekuatan adalah disaat seseorang angkat beban melebihi ambang batas kemampua yang dimilikinya, resiko terjadinya cedera itu sanggat tinggi. Cedera yang paling ringan yang didapatkan pada komponen ini adalah keseleo pada organ tubuh terutama tangan, dan juga bisa menyebabkan patah tulang karena terlalu memaksakan diri.
- Kecepatan (Speed)
kecepatan merupakan kemampuan diri kita untuk menjalankan gerakan yang sama dan juga berkesinambungan (Sajoto, 1988: 40) “Kecepatan adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam bentuk yang sama dalam waktu yang sesingkatsingkatnya”. Penyebab cedera dikarenakan komponen ini adalah karena tubuh terlalu cepat di aktifkan sampai tak mampu menghentikan kecepatannya seperti para pelari, kecepatan pada pelari ada kemungkinan orang tersebut bisa berbenturan dengan lawan pelari juga ada atau benda yang ada di sekitarnya, atau ada juga menyebabkan luka lebam ataupun cedera lain seperti terkilir dan keseleo. - Kelentukan (flexibility)
kelenturan merupakan keefektifan diri kita dalam hal penyesuaian tubuh untuk menjalankan segala aktivitas dengan penguluran luas pada bagian tubuh. Untuk dapat membuktikannya dapat dilihat dari tingkat fleksibilitas persendian tubuh. Sedangkan menurut (Ismaryati 1993: 101) “Kelentukan adalah kemampuan menggerakkan tubuh atau bagian-bagiannya seluas mungkin tanpa terjadi ketegangan sendi dan cidera otot”. Cedera yang ditimbulkan pada komponen ini diakibatkan karena sendi dan otot masih ketegangan karena belum pemanasan dan bisa menimbulkan nyeri pada otot dan sendinya. - Daya ledak (muscularpower)
Daya ledak merupakan komponen diri kita dalam menggunakan kemampuan maksimal yang dikerahkan dalam waktu yang cukup atau relatif pendek. (Sajoto, 1988: 31) Daya Ledak adalah “kemampuan seseorang untuk menggunakan kemampuan maksimal yang dikerahkan dalam waktu sependek-pendeknya”. Cedera yang timbulkan dikomponen ini karena memaksakan diri dalam memperoleh daya ledak yang dihasilkan jadi bila tubuh tidak mendukung bisa jadi tegangnya urat dan kram. - Kelincahan (Agility)
Kelincahan merupakan kemampuan diri kita untuk mengubah arah gerakannya. Sedangkan menurut (Ismaryati 1993: 41) kelincahan merupakan komponen kesegaran jasmani yang sangat diperlukan pada semua aktivitas kecepatan perubahan posisi tubuh dan bagian-bagiannya. Penyebab cedera dikarenakan tumbuhnya masih terlalu kaku jadi waktu melakukan kelincahan bisa menimbulkan cedera yang fatal seperti patah tulang saat jatuh, tegang urat karna kaki saat jatuh salah pijak. - Ketepatan (accuaracy)
kecepatan merupakan kemampuan diri kita untuk menjalankan gerakan yang sama dan juga berkesinambungan (Sajoto, 1988: 40) “Kecepatan adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam bentuk yang sama dalam waktu yang sesingkatsingkatnya”. Penyebab cedera dikarenakan tubuh nya tidak mampu melakukan untuk membuat akurasi yang tepat karena salah satu tubuh nya sakit atau tangannya tegang urat karna tak mampu mengangkat beban yang berat seperti senjata. - Keseimbangan (balance)
Keseimbangan merupakan kemampuan untuk mengendalikan organ terutama syaraf otot. Sedangkan menurut (Sajoto, 1988: 54) “Keseimbangan adalah kemampuan mempertahankan sikap tubuh yang tepat pada saat melakukan gerakan”. Penyebab cedera dikarenakan saat seseorang mengadalikan tubuh tidak baik jadi bisa menimbulkan jatuh seperti lagi mengangkat kaki satu jadi efek dari ini bisa memar di sekitar tubuh. - Koordinasi (coordination)
Koordinasi merupakan kemampuan kemampuan seseorang untuk mengintegrasi-kan bermacam-macam gerakan yang berbeda dalam pola getakan tunggal secara efektif. Sedangkan menurut (Ismaryati 1993, 53) “kelincahan adalah sebagai hubungan yang harmonis dari hubungan saling pengaruh di antara kelompok-kelompok otot selama melakukan kerja yang ditunjukkan sebagai tingkat keterampilan”. Penyebab cedera dikarenakan saat tubuh melakukan koordinasi antara mata-tangan atau mata-kaki pas saat melakukan nya tidak bersamaan jadi bisa berefek lepasnya pengelangan kaki seperti waktu mau menendang bola disitu membutuhkan koordinasi mata-kaki jadi kaki lebih duluan mengerakan sebelum bola sampai ke kaki. - KecepatanReaksi (speed reactiontime)
Kecepatan reaksi adalah kemampuan seseorang untuk segera bertindak secepatnya agar dalam menanggapi rangsangan yang ditimbulkan lewat indera atau syaraf lainnya. Sedangkan Ismaryati (1993: 72) “reaksi adalah periode antara diterimanya rangsang (stimuli) dengan permulaan munculnya jawaban (respon)”. Penyebab cedera dikarenakan saat kita terkena panas atau sulutan api, apabila kita tidak memiliki kecepatan reakksi maka organ tubuh kita akan merasakan panas yang berlebihan dan akan melepuh, contoh lain adalah disaat bola mengarah ke wajah penjaga gawang dan penjaga gawang tersebut tidak memiliki kecepatan reaksi maka bola tersebut akan mengenai wajah penjaga gawang dan dapat menyebabkan pendarahan pada hidung penjaga gawang bahkan bisa menyebabkan patah tulang hidung sang penjaga gawang.



















