Kamis, 16 Maret 2017

1.        Berikan penjelasan apakah olahraga adaptif penting untuk anda pelajari? Mengapa?
Ø  Penting, karena dengan mempelajari ilmu olahraga adaptif ini kita tahu bagaimana saat berhadapan dengan anak ABK. Seperti teori yang dikemukan oleh Sherril adalah, pendidikan jasmani khusus didefinisikan sebagai satu sistem penyampaian pelayanan yang komperhensif yang dirancang untuk mengidentifkasi, dan dan memecahkan masalah dalam ranah psikomotor.  Pelayanan tersebut mencakup penilaian, program pendidikan individual (PPI), pengajaran bersifat pengembangan dan/atau yang disarankan, konseling, dan kordinasi dari sumber/layanan yang terkait untuk memberikan pengalaman pendidikan jasmani yang optimal kepada semua anak dan pemuda. Jadi dengan sudah ada ilmu adaptif ini jadi kita bisa membuat modifikasi dalam membantu psikotor anak ABK tersebut.
2.        Apa yang menjadi tujuan olahraga adaptif?
Ø  Tujuan penjas adaptif menurut Prof. Alma Abdoellah, MSc :
·      Untuk menolong siswa mengkoreksi kondisi yang dapat diperbaiki. 
·      Untuk membantu siswa melindungi diri sendiri dari kondisi apapun yang memperburuk   keadaannya melalui Penjas tertentu. 
·      Untuk memberikan kesempatan pada siswa mempelajari dan berpartisipasi dalam sejumlah macam olahraga dan aktivitas jasmani, waktu luang yang bersifat rekreasi.
·      Untuk menolong siswa memahami keterbatasan kemampuan jasmani dan mental.
·      Untuk membantu siswa melakukan penyesuaian sosial dan mengembangkan perasaan memiliki harga diri.
·      Untuk membantu siswa dalam mengembangkan pengetahuan dan apresiasi terhadap mekanika tubuh yang baik. 
·      Untuk menolong siswa memahami dan menghargai macam olahraga yang dapat diminatinya sebagai penonton.
Jadi dengan adanya olahraga adaptif ini bisa mendorong dan menolong siswa yang khusus (ABK) untuk bisa meraih prestasi atau meningkatkan psikomotor dengan adanya modifikasi alat yang dibuat khusus untuk yang sesuai dengan kebutuhan.


3.        Simpulkan dengan kalimat sendiri apa yang dimaksud dengan penjas dan olahraga!
Ø  1. Pengertian Pendidikan Jasmani
Pendidikan Jasamani adalah suatu proses pendidikan seseorang sebagai perseorangan maupun angota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan jasmani dalam rangka memperoleh peningkatan kemampuan dan ketrampilan jasmani, pertumbuhan kecerdasan dan pembentukan watak.
2. Pengertian Olahraga
Pengertian olahraga adalah suatu bentuk kegiatan jasmani yang terdapat di dalam permainan, perlombaan dan kegiatan intensif dalam rangka memperoleh relevansi kemenangan dan prestasi optimal.
4.        Apa yang menjadi persamaan dan perbedaan antara penjas dan olahraga?
Ø  a. Persamaan
kesamaan penjas dengan olahraga yaitu sama-sama menggunakan aktivitas gerak insani.
b. Perbedaan
bedanya kalau penjas lebih mengarah kependidikan walaupun menggunakan cabang olahraga tapi kalau olahraga lebih untuk meningkatkan prestasi yang optimal.
Dapat disimpulkan bahwasanya penjas dan olahraga itu ialah aktivitas pendidikan jasmani merupakan bagian dari pendidikan, sedangkan olahraga terbatas pada aktivitas olahraga itu sendiri. Selain aktivitas ritmik, aquatik, outbound, permainan dan aktivitas pengembangan tubuh maka aktivitas olahraga merupakan salah satu bentuk dari aktivitas pendidikan jasmani. Dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup aktivitas pendidikan jasmani lebih luas dan beragam daripada aktivitas olahraga.
5.        Apa sebenarnya yang dimaksud dengan ABK? Anak mana saja yang tergolong sebagai ABK?
Ø  Anak dengan kebutuhan khusus adalah anak yang secara signifikan (bermakna) mengalami kelainan/penyimpangan (phisik, mental-intelektual, social, emosional) dalam proses pertumbuhan/ perkembangannya dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya sehingga mereka memerlukan pelayanan pendidikan khusus.
Anak berkebutuhan khusus (Heward) adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik.

Ø  Ciri-ciri yang tergolong ABK
1. Tunanetra/anak yang mengalami gangguan penglihatan
Tunanetra adalah anak yang mengalami gangguan daya penglihatannya, berupa kebutaan menyeluruh atau sebagian, dan walaupun telah diberi pertolongan dengan alat-alat bantu khusus masih tetap memerlukan pelayanan pendidikan khusus.
2. Tunarungu/anak yang mengalami gangguan pendengaran
Tunarungu adalah anak yang kehilangan seluruh atau sebagian daya pendengarannya sehingga tidak atau kurang mampu berkomunikasi secara verbal dan walaupun telah diberikan pertolongan dengan alat bantu dengar masih tetap memerlukan pelayanan pendidikan khusus.
3. Tunadaksa/mengalami kelainan angota tubuh/gerakan
Tunadaksa adalah anak yang mengalami kelainan atau cacat yang menetap pada alat gerak (tulang, sendi, otot) sedemikian rupa sehingga memerlukan pelayanan pendidikan khusus.
4. Berbakat/memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa
Anak berbakat adalah anak yang memiliki potensi kecerdasan (inteligensi), kreativitas, dan tanggungjawab terhadap tugas (task commitment) di atas anak-anak seusianya (anak normal), sehingga untuk mewujudkan potensinya menjadi prestasi nyata, memerlukan pelayanan pendidikan khusus.
5. Tunagrahita
Tunagrahita (retardasi mental) adalah anak yang secara nyata mengalami hambatan dan keterbelakangan perkembangan mental jauh di bawah rata-rata sedemikian rupa sehingga mengalami kesulitan dalam tugas-tugas akademik, komunikasi maupun sosial, dan karenanya memerlukan layanan pendidikan khusus.
6. Lamban belajar (slow learner) :
Lamban belajar (slow learner) adalah anak yang memiliki potensi intelektual sedikit di bawah normal tetapi belum termasuk tunagrahita. Dalam beberapa hal mengalami hambatan atau keterlambatan berpikir, merespon rangsangan dan adaptasi sosial, tetapi masih jauh lebih baik dibanding dengan yang tunagrahita, lebih lamban dibanding dengan yang normal, mereka butuh waktu yang lebih lama dan berulang-ulang untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas akademik maupun non akademik, dan karenanya memerlukan pelayanan pendidikan khusus.
7. Anak yang mengalami kesulitan belajar spesifik
Anak yang berkesulitan belajar spesifik adalah anak yang secara nyata mengalami kesulitan dalam tugas-tugas akademik khusus (terutama dalam hal kemampuan membaca, menulis dan berhitung atau matematika), diduga disebabkan karena faktor disfungsi neugologis, bukan disebabkan karena factor inteligensi (inteligensinya normal bahkan ada yang di atas normal), sehingga memerlukan pelayanan pendidikan khusus. Anak berkesulitan belajar spesifik dapat berupa kesulitan belajar membaca (disleksia), kesulitan belajar menulis (disgrafia), atau kesulitan belajar berhitung (diskalkulia), sedangkan mata pelajaran lain mereka tidak mengalami kesulitan yang signifikan (berarti)
8. Anak yang mengalami gangguan komunikasi;
Anak yang mengalami gangguan komunikasi adalah anak yang mengalami kelainan suara, artikulasi (pengucapan), atau kelancaran bicara, yang mengakibatkan terjadi penyimpangan bentuk bahasa, isi bahasa, atau fungsi bahasa, sehingga memerlukan pelayanan pendidikan khusus. Anak yang mengalami gangguan komunikasi ini tidak selalu disebabkan karena faktor ketunarunguan.
9. Tunalaras/anak yang mengalami gangguan emosi dan perilaku.
Tunalaras adalah anak yang mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri dan bertingkah laku tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam lingkungan kelompok usia maupun masyarakat pada umumnya, sehingga merugikan dirinya maupun orang lain, dan karenanya memerlukan pelayanan pendidikan khusus demi kesejahteraan dirinya maupun lingkungannya.
6.        Deskripsikan tentang anak autis?
Ø  Autisme adalah suatu gangguan perkembangan syaraf ditandai dengan gangguan interaksi sosial dan komunikasi, dan perilaku terbatas dan berulang. Tanda-tanda ini semuanya dimulai sebelum anak berusia tiga tahun. autism mempengaruhi pengolahan informasi dalam otak dengan mengubah cara sel-sel saraf dan sinapsmenghubungkan dan mengatur; bagaimana hal ini terjadi belum dipahami dengan baik. Dua lainnya spektrum autisme disorders (ASD) adalah sindrom Asperger, yang tidak memiliki keterlambatan dalam perkembangan kognitif dan bahasa, dan PDD-NOS, didiagnosis saat penuh kriteria untuk gangguan dua lainnya tidak terpenuhi.
7.        Apa saja yang dapat dimodifikasi dalam mengajar Penjas adaptif untuk ABK?
Ø  Dari masalah yang disandang dan karakteristik setiap jenis ABK maka  menuntut adanya penyesuaian dan modifikasi dalam pengajaran Pendidikan Jasmani bagi ABK. Penyesuaian dan modifikasi dari pengajaran penjas bagi ABK dapat terjadi pada:
Ø  Modifikasi aturan main dari aktivitas pendidikan jasmani.
Ø  Modifikasi keterampilan dan tekniknya.
Ø  Modifikasi teknik mengajarnya.
Ø  Modifikasi lingkungannya termasuk ruang, fasilitas dan peralatannya.
Seorang ABK yang satu dengan yang lain, kebutuhan aspek yang dimodifikasi tidak sama. ABK yang satu mungkin membutuhkan modifikasi tempat dan arena bermainnya. ABK yang lain mungkin membutuhkan modifikasi alat yang dipakai dalam kegiatan teraebut. Tetapi mungkin yang lain lagi disamping membutuhkan modifikasi area bermainnya juga butuh modifikasi alat dan aturan mainnya. Demikian pula seterusnya, tergantung dari jenis masalah, tingkat kemampuan dan karakteristik dan kebutuhan pengajaran dari setiap jenis ABK. Misalnya seperti siswa memakai kursi roda bisa bermain bola basket dalam satu tim.
8.        Apa yang dimaksudkan dengan pendidikan segresi, pendidikan terpadu, dan pendidikan inklusi. Berikan contohnya masing-masing.
Ø  a. Segresif
Sistem pendidikan segregasi adalah sistem pendidikan dimana anak berkebutuhan khusus terpisah dari sistem pendidikan anak pada umumnya. Penyelengggaraan sistem pendidikan segregasif dilaksanakan secara khusus dan terpisah dari penyelenggaraan pendidikan untuk anak pada umumnya.
Contohnya : seperti di Indonesia didirikan sekolah yang emang khusus pada anak ABK yang beda sama anak umumnya, sekolah yang dibuat khusus untuk anak ABK ialah SLB yang dihuni mayoritas anak ABK.
b. Terpadu
Sistem ini merujuk pada bersekolahnya seorang anak tunagrahita pada sekolah regular. Dapat diartikan pada proses memindahkan seorang siswa pada lingkungan yang tidak terlalu terpisah. Seseorang anak yang bersekolah pada sekolah regular, tetapi berada pada unit atau kelas khusus. Meskipun siswa tersebut berada pada kelas khusus , jelas bahwa apabila kelas tersebut pada sekolah regular, peluang untuk berinteraksi dengan anggota lain masyarakat sekolah secara umum jauh lebih besar dari pada anak yang berada pada sekolah khusus yang terpisah.
Contohnya : anak yang digolongkan ABK seperti anak tuna grahita masih di padukan dengan anak reguler biasanya yang tidak dipisahkan.
c. inklusi
Pendidikan inklusif merupakan sebuah pendekatan yang berusaha mentransformasi system pendidikan dengan meniadakan hambatan-hambatan yang dapat menghalangi setiap siswa untuk berpartisipasi penuh daam pendidikan.
Contohnya : anak yang ABK di pendidikan inklusi ini diberi kesempatan seperti anak regular biasanya untuk meraih keberhasilan.
9.        Jelaskan tentang karakteristik anak tunanetra dan kebutuhan pembelajarannya.
Karakteristik Anak Tunanetra
Karakteristik Anak Tunanetra dalam Aspek Akademis Tilman & Osborn (1969) menemukan beberapa perbedaan antara anak tunanetra dan anak awas.
Ø Anak tunanetra menyimpan pengalaman-pengalaman khusus seperti halnya anak awas, namun pengalaman-pengalaman tersebut kurang terintegrasikan.
Ø Anak tunanetra mendapatkan angka yang hampir sama dengan anak awas, dalam hal berhitung, informasi, dan kosakata, tetapi kurang baik dalam hal pemahaman (comprehention) dan persaman.
Ø Kosa kata anak tunanetra cenderung merupakan kata-kata yang definitif.
Ø Karakteristik Anak Tunanetra dalam Aspek pribadi dan Sosial
Ø Ketunanetraan tidak secara langsung menyebabkan timbulnya masalah kepribadian. Masalah kepribadian cenderung diakibatkan oleh sikap negatif yang diterima anak tunanetra dari lingkungan sosialnya.
Ø Anak tunanetra mengalami kesulitan dalam menguasai keterampilan sosial, karena keterampilan tersebut biasanya diperoleh individu melalui model atau contoh perilaku dan umpan balik melalui penglihatan.
Ø Beberapa karakteristik sebagai akibat langsung maupun tidak langsung dari ketunanetraannya, adalah curiga terhadap orang lain, mudah tersinggung, dan ketergantungan pada orang lain.
Ø Karakteristik Anak Tunanetra dalam Aspek Fisik/Indera dan Motorik/Perilaku
Ø Dilihat secara fisik, akan mudah ditentukan bahwa orang tersebut mengalami tunanetra. Hal itu dapat dilihat dari kondisi matanya yang berbeda dengan mata orang awas dan sikap tubuhnya yang kurang ajeg serta agak kaku.
Ø Anak tunanetra pada umumnya menunjukkan kepekaan yang lebih baik pada indera pendengaran dan perabaan dibandingkan dengan anak awas.
Ø Dalam aspek motorik/perilaku, gerakan anak tunanetra terlihat agak kaku dan kurang fleksibel, serta sering melakukan perilaku stereotif, seperti menggosok-gosok mata dan menepuk-nepuk tangan.

Kebutuhan dan Layanan Pendidikan bagi Tunanetra
Ø Anak tunanetra sebagaimana anak lainnya, membutuhkan pendidikan untuk mengem-bangkan potensi yang dimilikinya secara optimal. Oleh karena adanya gangguan penglihatan, anak tunanetra membutuhkan layanan khusus untuk merehabilitasi kelainannya, yang meliputi: latihan membaca dan menulis huruf Braille, penggunaan tongkat, orientasi dan mobilitas, serta latihan visual/fungsional penglihatan.
Ø Layanan pendidikan bagi anak tunanetra dapat dilaksanakan melalui sistem segregasi, yaitu secara terpisah dari anak awas; dan integrasi atau terpadu dengan anak awas di sekolah biasa. Tempat pendidikan dengan sistem segregasi, meputi: sekolah khusus (SLB-A), SDLB, dan kelas jauh/kelas kunjung. Bentuk-bentuk keterpaduan yang dapat diikuti oleh anak tunanetra yang mengikuti sistem integrasi, meliputi: kelas biasa dengan guru konsultan, kelas biasa dengan guru kunjung, kelas biasa dengan ruang-ruang sumber, dan kelas khusus.
Ø Strategi pembelajaran bagi anak tunanetra; pada dasarnya sama dengan strategi pembelajaran bagi anak awas, hanya dalam pelaksanaannya memerlukan modifikasi sehingga pesan atau materi pelajaran yang disampaikan dapat diterima/ditangkap oleh anak tunanetra melalui indera-indera yang masih berfungsi.
Ø Dalam pembelajaran anak tunanetra, terdapat prinsip-prinsip yang harus diperhatikan,antara lain prinsip: individual, kekonkritan/pengalaman penginderaan, totalitas, dan aktivitas mandiri (selfactivity).
Ø Menurut fungsinya, media pembelajaran dapat dibedakan menjadi: media untuk menjelaskan konsep (alat peraga) dan media untuk membantu kelancaran proses pembelajaran (alat bantu pembelajaran).
Ø Alat peraga yang dapat digunakan dalam pembelajaran anak tunarungu meliputi: objek atau situasi sebenarnya, benda asli yang diawetkan, tiruan /model (tiga dimensi dan dua dimensi), serta gambar( yang tidak diproyeksikan dan yang diproyeksikan ).
Ø Alat bantu pembelajaran, antara lain meliputi: alat bantu menulis huruf Braille (reglet, pen dan mesin ketik Braille); alat bantu membaca huruf Braille (papan huruf dan optacon); alat bantu berhitung (cubaritma, abacus/sempoa, speech calculator), serta alat bantu yang bersifat audio seperti tape-recorder.
Ø Evaluasi terhadap pencapaian hasil belajar pada anak tunanetra pada dasarnya sama dengan yang dilakukan terhadap anak awas, namun ada sedikit perbedaan yang menyangkut materi tes/soal dan teknik pelaksanaan tes. Materi tes atau pertanyaan yang diajukan kepada anak tunanetra tidak mengandung unsur-unsur yang memerlukan persepsi visual; apabila menggunakan tes tertulis, soal hendaknya diberikan dalam huruf braille atau menggunakan reader (pembaca) apabila menggunakan huruf awas.
10.    Uraikan olahraga yang dapat dilakukan sesuai dengan jenis kelainan yang dihadapi.
Ø  Olahraga beregu yang sering dimainkan oleh anak ABK
1.      Bola basket
2.      Sepak bola
3.      Bola voly
4.      Goal ball
11.    Apa yang dimaksud dengan:
Ø   Handicap       : Ketidak beruntungan individu yang dihasilkan                                                   dari impairment atau disability yang membatasi atau                                                 menghambat pemenuhan peran yang normal pada individu.
Ø  Disability     :  keterbatasan atau kurangnya kemampuan (yang dihasilkan                                  dari impairment) untuk menampilkan aktivitas sesuai dengan     aturannya atau masih dalam batas normal, biasanya digunakan    dalam level individu.
Ø  Hearing disorders     : (Kelainan pendengaran atau tunarungu)
Ø  Visual Impairment    : (kelainan Penglihatan atau tunanetra)
Ø  Physical Disability    : (kelainan Fisik atau tunadaksa)
Ø  Multy handicap         : (cacat lebih dari satu atau tunaganda)

Ø  Learning disability      : (ketidakmampuan belajar atau Kesulitan belajar khusus)